Thursday, 1 November 2012

Belajar Resensi Buku


Cerita Rakyat Sebagai Media
Pengenalan Identitas Daerah
IDENTITAS BUKU
Judul Buku               : Seri Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat
Penyusun                 : Sekar Septiansari, S.Hum
Penerbit                   : KARISMA Publihsing Group
Tahun Terbit                        : 2010
Tebal Buku              : 64
Harga                      : Rp. 11.000

Dunia begitu luas dari sudut pandang anak kecil. Sebuah pulau kecil bak benua terbentang tanpa ujung, sedangkan lingkungan tempat ia tinggal disebutnya sebagai teras dunia. Di pikiran si kecil pasti dipadati banyak pertanyaan. Bagaimana bisa dirinya terlahir ke dalam teras dunia tempatnya tinggal? Bagaimana asal-usul teras dunia kecilnya? Budaya apa yang diterapkan di sana? Hal-hal apa yang telah terjadi di masa lalu? dan lain sebagainya. Oleh sebab itu si kecil akan mulai bertanya pada orang-orang di sekitarnya. Akhirnya, sedikit demi sedikit rasa penasaran si kecil menguap.Media yang paling ampuh sebagai akses informasinya adalah cerita. Semua daerah sudah pasti mempunyai cerita masing-masing yang dikenal dengan istilah “cerita rakyat” yang diwariskan turun-temurun sehingga tidak diketahui jelas siapa pengarangnya.
Cerita rakyat merupakan salah satu media pengenalan identitas budaya suatu daerah kepada anak.. Melalui cerita rakyat, moral dan nilai yang berlaku diperkenalkan dan ditanamkan sebagai bekal anak menjalani kehidupan di daerahnya. Buku ini sendiri terisi dengan berbagai cerita rakyat NTB, diantaranya “Asal Usul Bau Nyale” ; “Kisah Doyan Nada” ; “Asal Mula Lintah” ; Papuq Mame dan Papuq Ki Ne” ; “Legenda Makam Embung Puntiq” ; “Putri Sari Bulan” ; “Legenda Batu Colog” ; dan “Kisah Tuan Guru”.
            Melalui cerita rakyat ini, diperkenalkan budaya-budaya yang berlaku di berbagai daerah NTB, seperti asal usul upacara bau nyale di Pantai Kute, Lombok, yang berlangsung setiap tahun sekali. Kisah seorang putri yang bernama Putri Mandalika, menjadi teman yang akrab menyapa telinga. Cerita ini tersebar dengan banyak versi, namun memiliki inti cerita yang sama, bahwa Putri Mandalika menceburkan dirinya ke laut agar tidak diperebutkan lagi oleh para pangeran hingga akhirnya ia menjadi nyale. Sikap rela berkorban sang putri dan asal usul upacara bau nyale menjadi pusat perhatian. Cerita ini mewakili penjelasan adanya upacara bau nyale yang dilakukan setiap tahun oleh rakyat Lombok sekaligus mengajarkan sikap rela berkorban.
            Cerita-cerita seperti inilah yang sayang sekali untuk dilewatkan oleh mata baca anak-anak. Pengetahuan seperti asal-usul budaya yang harus dilestarikan agar tidak diakui oleh negara lain, serta pengajaran sikap dan moral yang baik untuk tersimpan dalam memory anak, dapat ditemukan pada cerita-cerita rakyat yang terdapat pada buku ini.
            Buku ini hadir sebagai media pemenuhan kebutuhan dasar anak yang patut untuk dimiliki oleh setiap anak. Selain pengenalan moral dan budaya, buku ini juga dapat menjadi pupuk untuk tumbuh dan berkembangnya kebiasaan membaca pada anak. Meski pada buku ini terdapat beberapa cerita yang memiliki versi lain dengan cerita yang tersebar pada masnyarakat daerah setempat, namun buku ini dapat membawa si kecil untuk berpetualang dalam imajinasi yang ia ciptakan sendiri. Secara tidak langsung daya kreativitas anak juga turut terasah.

  

0 komentar:

Post a Comment

Thursday, 1 November 2012

Belajar Resensi Buku


Cerita Rakyat Sebagai Media
Pengenalan Identitas Daerah
IDENTITAS BUKU
Judul Buku               : Seri Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat
Penyusun                 : Sekar Septiansari, S.Hum
Penerbit                   : KARISMA Publihsing Group
Tahun Terbit                        : 2010
Tebal Buku              : 64
Harga                      : Rp. 11.000

Dunia begitu luas dari sudut pandang anak kecil. Sebuah pulau kecil bak benua terbentang tanpa ujung, sedangkan lingkungan tempat ia tinggal disebutnya sebagai teras dunia. Di pikiran si kecil pasti dipadati banyak pertanyaan. Bagaimana bisa dirinya terlahir ke dalam teras dunia tempatnya tinggal? Bagaimana asal-usul teras dunia kecilnya? Budaya apa yang diterapkan di sana? Hal-hal apa yang telah terjadi di masa lalu? dan lain sebagainya. Oleh sebab itu si kecil akan mulai bertanya pada orang-orang di sekitarnya. Akhirnya, sedikit demi sedikit rasa penasaran si kecil menguap.Media yang paling ampuh sebagai akses informasinya adalah cerita. Semua daerah sudah pasti mempunyai cerita masing-masing yang dikenal dengan istilah “cerita rakyat” yang diwariskan turun-temurun sehingga tidak diketahui jelas siapa pengarangnya.
Cerita rakyat merupakan salah satu media pengenalan identitas budaya suatu daerah kepada anak.. Melalui cerita rakyat, moral dan nilai yang berlaku diperkenalkan dan ditanamkan sebagai bekal anak menjalani kehidupan di daerahnya. Buku ini sendiri terisi dengan berbagai cerita rakyat NTB, diantaranya “Asal Usul Bau Nyale” ; “Kisah Doyan Nada” ; “Asal Mula Lintah” ; Papuq Mame dan Papuq Ki Ne” ; “Legenda Makam Embung Puntiq” ; “Putri Sari Bulan” ; “Legenda Batu Colog” ; dan “Kisah Tuan Guru”.
            Melalui cerita rakyat ini, diperkenalkan budaya-budaya yang berlaku di berbagai daerah NTB, seperti asal usul upacara bau nyale di Pantai Kute, Lombok, yang berlangsung setiap tahun sekali. Kisah seorang putri yang bernama Putri Mandalika, menjadi teman yang akrab menyapa telinga. Cerita ini tersebar dengan banyak versi, namun memiliki inti cerita yang sama, bahwa Putri Mandalika menceburkan dirinya ke laut agar tidak diperebutkan lagi oleh para pangeran hingga akhirnya ia menjadi nyale. Sikap rela berkorban sang putri dan asal usul upacara bau nyale menjadi pusat perhatian. Cerita ini mewakili penjelasan adanya upacara bau nyale yang dilakukan setiap tahun oleh rakyat Lombok sekaligus mengajarkan sikap rela berkorban.
            Cerita-cerita seperti inilah yang sayang sekali untuk dilewatkan oleh mata baca anak-anak. Pengetahuan seperti asal-usul budaya yang harus dilestarikan agar tidak diakui oleh negara lain, serta pengajaran sikap dan moral yang baik untuk tersimpan dalam memory anak, dapat ditemukan pada cerita-cerita rakyat yang terdapat pada buku ini.
            Buku ini hadir sebagai media pemenuhan kebutuhan dasar anak yang patut untuk dimiliki oleh setiap anak. Selain pengenalan moral dan budaya, buku ini juga dapat menjadi pupuk untuk tumbuh dan berkembangnya kebiasaan membaca pada anak. Meski pada buku ini terdapat beberapa cerita yang memiliki versi lain dengan cerita yang tersebar pada masnyarakat daerah setempat, namun buku ini dapat membawa si kecil untuk berpetualang dalam imajinasi yang ia ciptakan sendiri. Secara tidak langsung daya kreativitas anak juga turut terasah.

  

No comments :

Post a Comment

 

Reni Tania Published @ 2014 by Ipietoon